Selasa, 09 Juli 2013

keadaan ekonomi rakyat Indonesia saat ini

Indonesia memiliki ekonomi berbasis-pasar di mana pemerintah memainkan peranan penting. Pemerintah memiliki lebih dari 164 BUMN dan menetapkan harga beberapa barang pokok, termasuk bahan bakar, beras, dan listrik. Setelah krisis finansial Asia yang dimulai pada pertengahan 1997, pemerintah menjaga banyak porsi dari aset sektor swasta melalui pengambilalihan pinjaman bank tak berjalan dan aset perusahaan melalui proses penstrukturan hutang.
Berbicara tentang ekonomi Indonesia saat, baru- baru ini pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak atau seringkali kita sebut dengan BBM. Harga komoditas pangan pun mengalami kenaikan yang cukup signfikan pengaruh dari kenaikan bbm. Keadaan ini tentu saja membebani keadaan ekonomi sebagian besar masyarakat kita terutama masyarakat miskin di negara kita. 
Hanya 30 persen penduduk Indonesia yang diperkirakan puas terhadap kondisi ekonomi negaranya. Ini berbeda sedikit di bawah Amerika Serikat (31 persen), namun lebih baik dari Meksiko (29 persen), Korea Selatan (24 persen) dan negara-negara maju lainnya. Survei ini juga menunjukkan betapa ketidaksetaraan ekonomi merupakan keprihatinan umum publik seluruh dunia. Kebanyakan orang berpendapat bahwa sistem ekonomi sekarang hanya menguntungkan kelompok kaya. Mayoritas penduduk dunia juga setuju bahwa jurang pemisah antara si kaya dan si miskin menjadi semakin lebar dalam lima tahun terakhir.
Sebanyak 42 persen masyarakat Indonesia menginginkan pemerintah mengatasi lonjakan harga pangan di pasar dan 27 persen meminta pemerintah untuk membuka lapangan pekerjaan sebesar-besarnya untuk mengatasi jurang kemiskinan.
Masih banyak masyarakat Indonesia yang tidak dapat memenuhi kebutuhan hidupnya. Kita lihat saja di kota- kota besar seperti ibu kota  Jakarta masih banyak gelandangan yang tidak memiliki tempat tinggal.
Pengangguran di Indonesia pun cukup tinggi. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat angka pengangguran di Indonesia hingga Februari 2013 mengalami penurunan menjadi 7,17 juta orang dibanding Agustus 2012 yang mencapai 7,24 juta orang. Hal ini seiring dengan perbaikan ekonomi sehingga menimbulkan dampak positif bagi pertumbuhan industri di Tanah Air.
Masyarakat dengan kalangan yang menengah pun cukup banyak di Indonesia. Mengendalikan inflasi agar suku bunga pinjaman tetap rendah serta menjaga dan mendorong iklim investasi yang kondusif di sektor padat kerja akan dapat membantu kalangan menengah yang umumnya beraktivitas di sektor ini.
Penyebab Indonesia masih menjadi negara berkembang adalah pertama, akses terbatas warga negara berkembang terhadap teknologi baru. Kedua, lambatnya warga negara-negara berkembang untuk mengadopsi berbagai inovasi. Salah satu cara untuk memecahkan masalah ini adalah menciptakan kebijakan yang bertujuan untuk membawa teknologi baru untuk negara-negara miskin. Teknologi baru dapat membawa negara miskin menuju produktivitas yang lebih tinggi. Sebab, semakin banyak unit teknologi baru yang digunakan negara, makin tinggi pula keuntungan produktivitas yang dibawa oleh teknologi baru tersebut.

Seperti inilah ekonomi rakyat Indonesia yang saya lihat saat ini. Perlu ada banyak perbaikan ekonomi bagi masyarakat Indonesia demi kesejahteraan kita bersama.



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar